Thursday, September 3, 2026

Kunjungan Industri Pertama HMM UNPAM Serang ke BRIN

Menjejak Dunia Riset: Kunjungan Industri Pertama HMM UNPAM Serang ke BRIN

Serang — Belajar Teknik Mesin tidak cukup hanya dengan memahami teori, rumus, dan perhitungan di ruang kelas. Di balik pembelajaran mengenai motor bakar, termodinamika, perpindahan panas, mekanika fluida, hingga sistem pengukuran, terdapat proses penelitian, pengujian, dan pengembangan teknologi yang berlangsung secara nyata. Hal tersebut menjadi salah satu alasan Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) Universitas Pamulang Kampus Serang melaksanakan kunjungan industri untuk pertama kalinya ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), tepatnya ke Laboratorium Termodinamika Mesin dan Propulsi.

Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana ilmu yang selama ini dipelajari di bangku perkuliahan diterapkan dalam kegiatan riset dan pengujian teknologi. Berada di lingkungan lembaga riset nasional memberikan pengalaman berbeda bagi mahasiswa, sekaligus memperluas wawasan bahwa bidang Teknik Mesin memiliki ruang yang jauh lebih luas daripada sekadar teori dan praktik. Ilmu yang dipelajari di kelas pada akhirnya memiliki keterkaitan dengan berbagai kebutuhan teknologi di dunia nyata, khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Salah satu hal yang menarik perhatian mahasiswa adalah proses simulasi pengujian kendaraan. Dalam pengujian tersebut terdapat siklus urban dan ekstra urban yang menggambarkan kondisi berkendara yang berbeda, dengan variasi kecepatan hingga sekitar 50 km/jam pada fase urban dan hingga sekitar 120 km/jam pada fase ekstra urban. Kendaraan tidak sekadar dijalankan, tetapi diuji berdasarkan prosedur dan parameter tertentu untuk memperoleh data mengenai karakteristik serta performanya. Bagi mahasiswa, proses tersebut menjadi gambaran nyata mengenai bagaimana konsep motor bakar, termodinamika, mekanika fluida, dan pengukuran diterapkan dalam sistem pengujian kendaraan.

Setelah melihat bagaimana kendaraan diuji, mahasiswa kemudian diperkenalkan lebih dekat dengan bagian yang menjadi jantung kendaraan, yaitu engine. Laboratorium pengujian engine di BRIN melakukan pengujian performa dan sertifikasi dengan berbagai parameter, seperti konsumsi bahan bakar, konsumsi oli, daya maksimum maupun daya kontinu, torsi, dan temperatur. Bagi mahasiswa Teknik Mesin, pengujian tersebut memberikan gambaran secara langsung mengenai bagaimana kemampuan sebuah engine tidak hanya dinilai dari apakah mesin dapat bekerja, tetapi juga dari seberapa baik performanya berdasarkan data hasil pengujian.

Dari proses tersebut mahasiswa dapat melihat bahwa sebuah kesimpulan dalam dunia teknik tidak cukup dibangun berdasarkan perkiraan. Performa engine harus dibuktikan melalui pengukuran yang sistematis dan menghasilkan data yang dapat dianalisis. Apa yang sebelumnya dipelajari sebagai teori dan persamaan di ruang kelas dapat terlihat penerapannya secara langsung melalui proses pengujian di laboratorium.

Pengujian kendaraan juga tidak terlepas dari persoalan emisi. Mahasiswa diperkenalkan dengan pengukuran berbagai komponen gas buang seperti karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO₂), hidrokarbon (HC), dan nitrogen oksida (NOx). Pada kendaraan diesel, pengujian juga dapat melibatkan pengukuran partikulat menggunakan filter yang ditimbang sebelum dan sesudah pengujian. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi kendaraan tidak hanya berbicara mengenai peningkatan daya dan kecepatan, tetapi juga mengenai efisiensi bahan bakar dan pengendalian emisi.

Bagi HMM UNPAM Serang, kunjungan perdana ke BRIN bukan sekadar agenda untuk mengenal fasilitas dan lingkungan penelitian. Interaksi dengan para peneliti, pengenalan terhadap fasilitas laboratorium, serta pemahaman mengenai proses pengujian menjadi pengalaman yang dapat membuka perspektif baru bagi mahasiswa. "Pengalaman kunjungan ilmiah perdana ini menjadi inisiasi yang baik bagi kami sebagai mahasiswa yang membutuhkan sudut pandang lebih luas dari sekedar pembelajaran di kampus. Mengenal dunia riset menjadi bekal yang kuat bagi kami selama menjalani studi dan setelahnya", ungkap mahasiswa Teknik Mesin Unpam Serang, Nandana Dwiki. Laboratorium tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat praktikum, tetapi juga sebagai ruang untuk mempelajari berbagai persoalan teknologi, menguji suatu konsep, menghasilkan data, hingga menemukan solusi melalui penelitian. Lukman Andi, dosen kemahasiswaan Program Studi Teknik Mesin menekankan, "harapannya mahasiswa tidak hanya berorientasi pada pekerjaan di perusahaan pasca lulus dari pendidikan formal, tapi harus memiliki nilai tambah dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui riset yang berintegritas dan berkualitas".

Pada akhirnya, kunjungan industri ini menjadi salah satu langkah HMM UNPAM Serang dalam mendekatkan mahasiswa dengan dunia riset dan inovasi. Mahasiswa Teknik Mesin perlu memiliki kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana ilmu yang mereka pelajari digunakan untuk menjawab kebutuhan teknologi di masyarakat. Perkembangan teknologi tidak lahir hanya dari teori, tetapi melalui keterhubungan antara pendidikan, penelitian, pengujian, dan penerapan ilmu pengetahuan secara nyata.

Kunjungan pertama HMM UNPAM Serang ke BRIN mungkin hanya berlangsung dalam waktu yang terbatas, tetapi pengalaman yang diperoleh dapat menjadi awal untuk membangun budaya akademik dan rasa ingin tahu terhadap dunia penelitian. Dari ruang kelas menuju laboratorium, mahasiswa dapat melihat bahwa perjalanan seorang insan teknik bukan hanya tentang memahami bagaimana sebuah mesin bekerja, tetapi juga tentang bagaimana teknologi tersebut dapat terus dikembangkan agar lebih efektif, efisien, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

No comments:

Post a Comment

Kunjungan Industri Pertama HMM UNPAM Serang ke BRIN

Menjejak Dunia Riset: Kunjungan Industri Pertama HMM UNPAM Serang ke BRIN Serang — Belajar Teknik Mesin tidak cukup hanya dengan memahami te...